Breaking News
recent

Artikel Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar tentang "KALIMAT KITA" Bagian 2



Ini merupakan sambungan dari Artikel Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar tentang "KALIMAT KITA" Bagian 1


5. "Bersama surat ini kami sampaikan bahwa...."
Kalimat ini sering kita lihat atau bahkan kita sendiri yang menulisnya sebagai kalimat pembuka surat.

Kajian makna
Kata Bersama, dalam konteks ini memuat arti hal yang (seharusnya) lebih dari 1. Contoh kalimat lain yang menggunakan kata bersama dengan makna yang serupa misalnya:
  1. “Bersama diary ini aku menjalani hari”.
  2. “Perahu itu melaju bersama lajunya tiupan angin dan burung camar yang terbang”.
Pada kalimat 1, paling tidak ada 2 hal yang serupa yakni “diary yang menjalani hari” dan “Aku yang menjalani hari”. Jadi kata Bersama menjadi tepat penggunaannya.
Begitu juga dengan kalimat kedua, disitu ada 3 hal yang serupa yakni “perahu yang melaju”, “tiupan angin yang laju”, dan “burung camar yang terbang laju” (sehingga dia bisa bersama perahu dan angin). Jadi kata Bersama menjadi tepat pula penggunaannya pada kalimat itu.
Namun, dalam kalimat “Bersama surat ini kami sampaikan bahwa …” disini hanya ada 1 hal, yakni surat, tanpa penyertaan hal yang lain.  Jadi penggunaan kata bersama menjadi salah penggunaannya.
Kalimat pembuka surat ini menjadi benar jika kita menulisnya menjadi “Bersama surat ini kami lampirkan … “ atau “Bersama surat ini kami juga mengirimkan…”. Berarti pengirim menyertakan hal lain bersama suratnya.

Saran kalimat yang benar:
“Melalui surat ini kami sampaikan …”
“Dengan surat ini kami sampaikan …”

Keterangan:
Tidak usah khawatir menggunakan kata Dengan pada awal kalimat. Karena bahasa Indonesia juga mengenal konjungsi yang berfungsi sebagai tumpuan kalimat. Contoh lain konjungsi yang berfungsi sebagai tumpuan kalimat misalnya:
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak …”
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia…”
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorongkan oleh …”
Kemudian daripada itu untuk membentuk …”

6. “Dilarang menebang pohon dan mendirikan bangunan”
Kalimat larangan ini sering kita lihat ditulis pada papan plang dan ditempatkan pada sebidang lahan kosong.
Kajian kita berikut ini juga mencakup kalimat lain yang serupa. Misalnya:
-       Dilarang merokok dan membuang sampah
-       Dilarang berbisik dan membuat keributan
-       Dan lain-lain.

Kajian makna

Dan adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, klausa, atau kalimat yang kedudukannya setara.
Mari kita lihat kalimat berikut:
Andi dan Iwan pergi ke pasar. (berarti keduanya pergi ke pasar. Tidak satupun yang tinggal).
Hal yang bagus untuk ditanyakan adalah bagaimana jika yang pergi ke pasar hanya Andi saja atau iwan saja? Tentu saja ini tidak tepat karena mereka berdua harus pergi ke pasar dikarenakan konjungsi dan.
Nah, balik lagi ke kalimat kita, “Dilarang menebang pohon dan mendirikan bangunan”. Bagaimana jika saya hanya menebang pohon saja, atau mendirikan bangunan saja? Tentu saja saya tidak dilarang karena saya tidak melakukan keduanya. Karena larangan itu baru berlaku apabila saya melakukan keduanya.

Lalu, bagaimana jika diganti dengan “Dilarang menebang pohon atau mendirikan bangunan?”
Tentu saja inipun salah. Malah semakin konyol dan merugikan.
Mari kita lihat kalimat berikut:
Ibu memasak atau Wati ke pasar. (Berarti, jika ibu memasak Wati tidak ke pasar. Begitu juga sebaliknya. Hanya 1 saja yang boleh terjadi diantara keduanya).
Jadi, jika ganti menjadi “Dilarang menebang pohon atau mendirikan bangunan” berarti larangan itu hanya berlaku apabila saya melakukan salah satu diantara keduanya. Jika saya menebang pohon dan juga mendirikan bangunan siapapun tidak bisa melarang saya.

Saran kalimat yang benar:
Dilarang menebang pohon dan/atau mendirikan bangunan.

Memang terlihat agak rumit. Tapi itulah kalimat yang paling tepat jika Anda ingin melarang salah satunya atau keduanya sekaligus.
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.