Ini merupakan sambungan dari Artikel Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar tentang "KALIMAT KITA" Bagian 1
5.
"Bersama surat ini kami sampaikan bahwa...."
Kalimat
ini sering kita lihat atau bahkan kita sendiri yang menulisnya sebagai kalimat
pembuka surat.
Kajian
makna
Kata
Bersama, dalam konteks ini memuat arti hal yang (seharusnya) lebih dari 1.
Contoh kalimat lain yang menggunakan kata bersama dengan makna yang serupa
misalnya:
- “Bersama diary ini aku menjalani hari”.
- “Perahu itu melaju bersama lajunya tiupan angin dan burung camar yang terbang”.
Pada
kalimat 1, paling tidak ada 2 hal yang serupa yakni “diary yang menjalani hari”
dan “Aku yang menjalani hari”. Jadi kata Bersama menjadi tepat penggunaannya.
Begitu
juga dengan kalimat kedua, disitu ada 3 hal yang serupa yakni “perahu yang
melaju”, “tiupan angin yang laju”, dan “burung camar yang terbang laju”
(sehingga dia bisa bersama perahu dan angin). Jadi kata Bersama menjadi tepat
pula penggunaannya pada kalimat itu.
Namun,
dalam kalimat “Bersama surat ini kami sampaikan bahwa …” disini hanya ada 1
hal, yakni surat, tanpa penyertaan hal yang lain. Jadi penggunaan kata bersama menjadi salah
penggunaannya.
Kalimat
pembuka surat ini menjadi benar jika kita menulisnya menjadi “Bersama surat ini
kami lampirkan … “ atau “Bersama surat ini kami juga mengirimkan…”. Berarti
pengirim menyertakan hal lain bersama suratnya.
Saran
kalimat yang benar:
“Melalui
surat ini kami sampaikan …”
“Dengan
surat ini kami sampaikan …”
Keterangan:
Tidak
usah khawatir menggunakan kata Dengan pada awal kalimat. Karena bahasa
Indonesia juga mengenal konjungsi yang berfungsi sebagai tumpuan kalimat.
Contoh lain konjungsi yang berfungsi sebagai tumpuan kalimat misalnya:
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah
hak …”
“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan
bangsa Indonesia…”
“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa
dan didorongkan oleh …”
“Kemudian daripada itu untuk membentuk …”
6.
“Dilarang menebang pohon dan mendirikan bangunan”
Kalimat
larangan ini sering kita lihat ditulis pada papan plang dan ditempatkan pada
sebidang lahan kosong.
Kajian
kita berikut ini juga mencakup kalimat lain yang serupa. Misalnya:
- Dilarang merokok dan
membuang sampah
- Dilarang berbisik dan
membuat keributan
- Dan lain-lain.
Kajian
makna
Dan adalah konjungsi yang
menghubungkan dua kata, klausa, atau kalimat yang kedudukannya setara.
Mari kita lihat kalimat berikut:
Andi dan Iwan pergi ke pasar. (berarti keduanya pergi ke pasar. Tidak satupun
yang tinggal).
Hal yang bagus untuk ditanyakan adalah bagaimana jika yang pergi ke pasar
hanya Andi saja atau iwan saja? Tentu saja ini tidak tepat karena mereka berdua
harus pergi ke pasar dikarenakan konjungsi dan.
Nah, balik lagi ke kalimat kita, “Dilarang menebang pohon dan mendirikan bangunan”. Bagaimana jika
saya hanya menebang pohon saja, atau mendirikan bangunan saja? Tentu saja saya
tidak dilarang karena saya tidak melakukan keduanya. Karena larangan itu baru
berlaku apabila saya melakukan keduanya.
Lalu, bagaimana jika diganti dengan “Dilarang menebang pohon atau mendirikan bangunan?”
Tentu saja inipun salah. Malah semakin konyol dan merugikan.
Mari kita lihat kalimat berikut:
Ibu memasak atau Wati ke pasar.
(Berarti, jika ibu memasak Wati tidak ke pasar. Begitu juga sebaliknya. Hanya 1
saja yang boleh terjadi diantara keduanya).
Jadi, jika ganti menjadi “Dilarang
menebang pohon atau mendirikan bangunan” berarti
larangan itu hanya berlaku apabila saya melakukan salah satu diantara keduanya.
Jika saya menebang pohon dan juga mendirikan bangunan siapapun tidak bisa
melarang saya.
Saran kalimat yang benar:
Dilarang menebang pohon dan/atau mendirikan bangunan.
Memang terlihat agak rumit. Tapi itulah kalimat yang paling tepat jika Anda
ingin melarang salah satunya atau keduanya sekaligus.
No comments:
Post a Comment