KETIKA SAMPAI DI UJUNG LANGIT
@base on true experience
“Itukah yang menjadi keputusan akhirlu, Ky?”, dengan suara parau aku bertanya kembali.
“Habis..kayaknya Ky ga punya pilihan lain…”, Jawab Kiky diseberang sana.
Suaranyapun
terdengar parau di load speaker HPku. Entah karena dia pun menahan
sesuatu atau mungkin karena udah terlalu malam aku meneleponnya.
Saat itu jarum jam tanganku menunjuk 12.09.. Wuiihh gilaa….aku nelepon malem-malem?? Ko bisa?? Kenapa tak menunggu besok saja?
“Kalau
gitu..ya mau diapain lagi. Tapi jangan sebut aku tak pernah berusaha
mendapat tempat di hatimu selama ini. Kayaknya aku udah berusaha keras.
Tapi, Lu ga juga jatuh cinta padaku, ga mungkin aku paksain..”, ucapku
datar kehilangan harapan.
Kiky tak menjawab hanya diem saja.
“Kalau gitu, ya udah deh Ky..selamat tidur kembali! Maaf karena tidurnya aku ganggu. Assalamualaikum!” aku menutup pembicaraan.
“Walaikumsalam..” Jawab Kiky, dan selanjutnya memutuskan pembicaraan.
Selanjutnya,
hanya ada aku dan malam yang dingin. Kuambil sebatang rokok. Kuisap
dalam-dalam. Sepi, dingin, lembut, dan terasa jauh. Akupun tak tau
tentang rasa jauh yang kurasa saat itu. Tapi aku merasa jauh saja dari
sesuatu.
Sebelum aku menelepon tadi aku memang tak bisa tidur.
Semua kemungkinan-kemungkinan jelek melintas dalam otakku. Apakah Kiky
akan begini, apakah akan begitu? Gimana besok hubunganku dengan Kiky?
Apakah akan semakin mesra atau malah semakin parah? Semuanya melintas,
semuanya membuat cemas. Makanya, aku paksakan juga tengah malam itu aku
telepon dia. Padahal, sebelumnya aku udah telepon dia dan membuat janji,
bahwa bakalan ngobrol besok siang aja. Dan dia udah mengiyakannya.
Tapi, aku tak bisa bersabar menunggu kejelasan sampai besok siang.
Lagipula kalo ngobrol besok siang ditempat biasa, pasti Kiky akan
nangis, kayak biasa, setiap ngobrol denganku selalu aja nangis. Kalau
udah gitu, aku pasti bakalan peluk dia sampai diem. Kalo udah gitu aku
pasti lupa misi pertamaku.
Rokok Mildku pun habis. Aku kembali
mencoba untuk tidur. Alhamdulillah!!.. walaupun jawaban Kiky tadi sangat
menyakitkanku, tapi aku udah dapat kepastian; dan inilah yang aku
harapkan dari sebuah hubungan, kepastian;lanjut atau tidak! Agar
selanjutnya bisa menentukan sikap.
Malam itu aku bisa tidur dengan pulas sampai besok pagi.
Ternyata
bayanganku tentang besok hari akan sangat membosankan coz there is no
Kiky anymore sama sekali tak terbukti. Alhamdulillah, pagi itu aku
bangun malah sangat bersemangat. Aku tetap seseorang yang ambisisus,
egois, dan otoriter. Alhamdulillah, aku tak berubah. Cinta belum
membuatku berubah.
Pagi itu, aku tetap mengajar dengan semangat
seperti biasa, sampai siang hari. Kejadian tadi malam ternyata tak
membuat aku mengurung diri dalam kamar dan menangis.
Ah…ternyata
tanpa Kiky dunia tampak lebih luas, di situ masih banyak orang yang
harus aku kenali. Karena, ternyata selama ini aku terlalu banyak
mengorbankan waktuku untuk Kiky sehingga lupa untuk bergaul dengan orang
lain. Ah..bodohnya aku…
Hebatnya lagi, semua dari orang-orang itu
selalu menawarkan senyum dan persahabatan padaku. Tak ada yang
menawarkan pilihan-pilihan yang sulit dan membuat sakit hati.
Syukurlah,
aku tak terlambat diputusin sama Kiky…sekarang aku bebas melangkah
sampai ke Ujung langit. Bergaul dengan para malaikat ataupun Iblis. yang
penting semuanya menawarkan senyum.. itu yang terpenting saat ini.
“Hei…kamu
yang di dunia dan di langit..ini aku!! Percayalah padaku, karena aku
selalu jujur jika berbicara. Aku akan menjadi sahabat terbaik kalian
selama yang kalian mau. Dan percayalah, kita akan bersama-sama membuat
hidup ini lebih baik dan penuh gairah. Dan aku tak ‘kan mati sebelum aku
menjadi sahabat baik kalian.”
Maafkan aku Ky! Selama ini kita berdua
ternyata memang telah bodoh. Syukurlah kau putusin aku tadi malam.
Mudah-mudahan hidupmupun lebih bersemangat sekarang. Tak perlu lagi kita
habiskan banyak waktu berdua sambil petting, kissing, or something like
that. Mudah-mudahan makin banyak senyum di wajahmu, Ky! Bye Kiky, jaga
diri baek-baek…muaaaacchhh!!
Jika berkenan silakan baca cerpen lain di bawah ini:
Ulat Kecil
Hanya "Di"
Randu Arbitra
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment