Breaking News
recent

Puisi Keluarga "KE RUMAH KAKAKAYA"

Baru 1 tahun 8 bulan umurmu
Belum bisa memanggil nama kakak sepupu
Apalagi memasang celana dan sepatu
Hampir semua warna kau sebut biru
Setelah 10 kau hitung 1
Bicaramu selalu jujur dan lugu

Ketika menyanyi Lingkaran Kecil
Gunung berapi kau ucap Du Dabbi
Naik Naik Ke Puncak Gunung
Tak pernah kau nyanyikan sampai ke ujung
Ku dengar kabar dari Ayu
Kelapa muda kau ucap kekapa kuda

Adikmu yang belum lepas hari
Tertidur pulas sedari tadi
Tak mau kau ganggu, menangis nanti
Diomeli bunda, tak enak hati
Tak ada yang menemani, main saja sendiri

Nadira...
Kesinilah, Nak!
Bantu paman menyapu ruangan
Setelah ini kita jalan-jalan
Ke rumah Kakakaya kita berduaan

Langsung kau genggam jari telunjukku
Terasa tersengat listrik di jari itu
Meledak-ledak rasanya dadaku
Tak ada kebahagiaan lebih dari itu

Ketika pulang aku senyum-senyum seorang
Seperti pecinta yang mabuk kepayang
Wajah diammu tak mau hilang
Menenggelamkan khayal melayang-layang
Ingin terus jari ini kau pegang
Bidadari santun berwajah terang


Pekanbaru, August 16th, 2013
A Lovely Angel
Nadira P. Azzahra

Jika berkenan silakan baca puisi yang lain dengan judul di bawah ini:
Harapan Seorang Laki-laki Yang Ingin Sekali Bercinta Dengan Tuhannya
Kau Maki Aku Tanpa Huruf U
Lunaya


Puisi berbahasa Inggris:
Arbitra
Entrance
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.