Breaking News
recent

Puisi Alam "LUNAYA"

Puisi ini direquest via sms oleh seorang mantan siswa. Katanya, dosennya memberikan tugas membuatkan puisi yang berhubungan dengan alam.
Tapi, sayangnya waktu itu saya hanya diberi waktu 1 jam untuk menyelesaikan puisi yang direquest. bahkan kurang dari 1 jam dia sudah sibuk bertanya apakah sudah selesai atau belum. (tentu via sms juga).
Dikarenakan waktu yang sangat singkat, jadilah puisi ini hanya pendek begini yang sempat saya tulis.
Alhamdulillah, ketika dibaca oleh teman-temannya di kampus, katanya, teman-temannya semua memuji. Saya ikut senang mendengarnya.
Saya upload puisi ini untuk tetap mengingat-ingat berkah Tuhan yang selama ini kita rasakan. Sekarang Pekanbaru The Smoking Town betul-betul diselimuti asap tebal.
Kawan-kawan bantu doa ya, agar Allah berkenan meniup kabut asap ini terbang dari Pekanbaru, Kota Bertuah.


LUNAYA
@hamparan mutiara

Lembut..
Tarian lebah kepada bunga
Ketika merayu madu dan tepung sarinya
Janji setia dengan metamorfosa
Disaksikan matahari di samping telaga.
Merdu..
Cericit burung pipit diusir petani
Saat mencuri beberapa tangkai padi
Membawa pulang ke sangkar jerami
Disambut paruh kecil dengan wajah berseri.
Mesra..
Bisik angin kepada dahan
memberi habitat beberapa lahan
Menguapkan air menjadi awan
Mendiskripsikan mendung menjelang hujan.
Indah..
KAU bentangkan permadani di atas bumi
Menaburinya beberapa rubi.
Menjaga ekosistem tetap lestari
Anugerah dinaungi arasy Rabbi.


Jika berkenan silakan baca puisi yang lain dengan judul di bawah ini:
Harapan Seorang Laki-laki Yang Ingin Sekali Bercinta Dengan Tuhannya

Kau Maki Aku Tanpa Huruf U
Ke Rumah Kakakaya

Puisi berbahasa Inggris:
Arbitra

Entrance
 
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.