Tak bijak rasanya kau pilih kata itu
Karena memang sebenarnya tak begitu
Kau pilih kata sebanyak seratus enampuluh satu
Kau maki hamun aku seperti orang tak tahu malu
Lihatlah, kini silaturahmi dah jadi seteru
Tegur sapa semua dah meragu
Humor dariku pun dah tak lucu
Wajah cantikmu dah jadi macam hantu
Hitamputih hitamputih hitamputih, merah kelabu
Berjuntai-juntai dari pucuk pohon randu
Setiap aku mengigau pada malam Rabu dan Sabtu.
Sebenarnya hanya perlu sabar sedikit waktu
Semua pertanyaan sudah ada jawaban di dalam saku
Tapi kau hujat kepalaku seperti batu
Semua permohonan maaf tak lagi membantu
Diam, menangis, mematung, kaku
Rambut di kepalaku dah penuh kutu
Organ pencernaanpun dah mulai buntu
Apa yang nak di buat? Aku pun tak tentu
Besok Aku nak bercerita panjang jika bertemu.
*Ditulis sesaat setelah dimaki-hamun oleh seseorang
Jika berkenan silakan baca puisi yang lain dengan judul di bawah ini:
Harapan Seorang Laki-laki Yang Ingin Sekali Bercinta Dengan Tuhannya
Lunaya
Ke Rumah Kakakaya
Puisi berbahasa Inggris:
ArbitraEntrance
No comments:
Post a Comment